Sari Mulyani

Duluu, saya tidak suka pelajaran mengarang. Tetapi sejak bergabun di Gurusiana, saya ditantang menulis dan menulis. Enak juga juga jadi penulis.... Hmmmm, Trims...

Selengkapnya
Navigasi Web
HATI YANG RUSAK, Tantangan menulis 365 hari ke 150
Hati yang rusak

HATI YANG RUSAK, Tantangan menulis 365 hari ke 150

Hasan Al-Basri radhiyallahu ‘anhu, dalam kitab nasehat yang ditulis oleh Syeikh Nawawi Al Bantani, mengatakan bahwa hati rusak karena enam perkara. Hati dalam hal ini adalah heart, bukannya lever. Karena lever itu adalah terletak di dalam rongga dada agak ke pinggang, persis dibawah paru-paru.

Pertama, melakukan dosa tetapi berharap do’anya diterima. Menurut Allah, ini merupakan angan-angan belaka. Do’anya itu bagaikan debu hitam diatas batu hitam di tengah malam gelap gulita. Tentunya tak ada gunanya do’anya itu. Sebaiknya bertaubat dahulu dengan taubatan nasuha, barulah berdo’a. In-sya Allah diterima do’anya itu.

Kedua, mengetahui ilmu agama, namun tidak mengamalkannya. Ilmu yang diketahuinya itu tak ada manfaatnya, kalau tak ada amal yang menyertainya. Sebab buah ilmu pengetahuan adalah mengamalkannya.

Ketiga, beramal, namun tidak ikhlas. Seseorang yang tidak ikhlas dalam beribadah, niscaya tidak lurus ibadah yang dilakukannya. Lurus itu ibarat sebatang pohon, sedangkan ikhlas itu adalah rantingnya.

Keempat, menikmati rezeki Allah, namun tidak pandai mensyukurinya. Syukur adalah gerakan seluruh anggota tubuh demi meraih ridha Allah SWT dan menggerakkan harta di dalamnya.

Kelima, tidak ridha atas pemberian Allah SWT. Sesuai dengan pendapat Syeikh Abdul Jaelani, Ridhalah engkau dengan keadaan yang rendah dan tetaplah atasnya secara sungguh-sungguh

Keenam, menguburkan mayat, tetapi tidak memetik pelajaran darinya. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Kuburan itu adalah kampung akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka pada tahapan berikutnya ia merasa lebih mudah. Sebaliknya, jika ia tidak bisa lolos arinya, maka tahapan berikutnya akan lebih berat lagi.” Jadi, pastinya adalah akan ada kehidupan sesudah mati.

HR Tabrani mengatakan, bahwa dari Rasulullah SAW, siapa saja yang mendengar kematian seseorang muslim kemudian ia mendo’akannya dengan kebaikan, maka Allah akan mencatatkan baginya sebesar pahala orang yang menjenguknya pada waktu hidup dan mengantarkan jenazahnya.

Wallahu a’lam.

#H-150_ Depok, 17 Juni 2020.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post