Sari Mulyani

Duluu, saya tidak suka pelajaran mengarang. Tetapi sejak bergabun di Gurusiana, saya ditantang menulis dan menulis. Enak juga juga jadi penulis.... Hmmmm, Trims...

Selengkapnya
Navigasi Web
HAJI dan UMROH DI MASA COVID-19, Tantangan menulis 365hari ke 158.
Gerbang steriisasi

HAJI dan UMROH DI MASA COVID-19, Tantangan menulis 365hari ke 158.

Beberapa hari yang lalu saya membaca berita tentang pelaksanaan Ibadah Haji 10 Zulhijjah 1441 H ditunda. Sedih memang. Tapi memang harus begitu itulah keadaannya saat wabah melanda, dalam hal ini wabah pandemi covid-19 yang sudah mendunia. Penghentian akifitas Haji ini pernah terjadi beberapa kali dikarenakan pemberontakan, wabah, peperangan, dan konflik politik.

Di suatu media ada mengatakan, pada awal bulan Juni tahun 2020 Masjid Nabawi dan beberapa masjid lainnya kecuali Mekkah sudah mulai dibuka dan dipergunakan kembali untuk sholat berjama’ah dengan protokol kesehatan Covid-19. Adapun Masjidil Haram di kota Mekkah, baru dibuka pada pertengahan bulan Juni tahun 2020. Untuk Jama’ah haji tahun ini hanya diperuntukkan bagi yang berada di Saudi Arabia saja.

Informasi lain yang sangat keren, kerajaan Saudi telah mempersiapkan gerbang sterilisasi dan untuk pendeteksi suhu tubuh dan penyemprotan desinfektan. Sistem itu akan memberikan sinyal bunyi pada jarak 6 meter, bila ada yang melebihi suhu tubuh 37,5o. Ruang penyemprotan desinfektannya pun seperti ruang detector logam, yang dilengkapi dengan automatisasi cara kerja alatnyutyun

Apa yang terjadi dengan Covid-19 ini merupakan peringatan dari Allah untuk menginstrospeksi diri dari semua yang telah diperbuat selama ini. Manusia diminta untuk menjaga jarak dan mengenakan masker serta sesering mungkin untuk mencuci tangan. Manusia diminta untuk lebih dekat dengan keluarganya. Kuman covid-19 ini penularannya melalui droplet yang keluar dari seseorang yang terjangkit.

Pendapat saya perihal mengaktifkan sholat jama’ah sebaiknya sudah dilaksanakan meski tetap dengan protokol covid. Karena sesungguhnya, tempat yang paling aman dan bersih suci adalah Mesjid. Pasar dibiarkan saja berkumpul berbagai macam tipe manusia, sedangkan masjid orang dilarang datang. Kok rasanya ada yang aneh yaaa.

Tentang pelaksanaan haji dan umrah hendaknya boleh dilaksanakan, selama yang berada di lokasi itu mengenakan masker dan rajin mencuci tangan, serta tidak membiarkan berkumpul dengan orang banyak, mudah-mudahan akan terhindar dari incaran covid-19. Jama’ah haji/ umrah yang merasa sakit, tidak enak badan, segera beristirahat dan meminum obat. Karena kuman Covid-19 ini menyerang pertama melalui mulut, hidung, dan mata. Kemudian berdiam di leher selama tiga empat hari, lalu memasuki paru-paru. Oleh karena itu, bila terasa ada yang mengganjal di leher, segeralah berkumur dengan air garam hangat atau obat kumur, kemudian di gargle sampai di leher, kemudian buang air bekas kumur itu. Atau dengan meminum air parutan kencur, yang dibubuhi sedikit garam. Semoga sehat selalu.

Wallahu a’lam.

#H-158_ Depok, 26 Juni 2020_Opini(1)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post